Bulan: Oktober 2012

Original (lyric)

Posted on Updated on


You’re not yourself, you never you

you just an alter from the people who you wanna be

 

you speak like him, you walk like him

you dress like him, you’re lost yourself

 

you wear a mask on your face

you left you behind the door before you go

 

you don’t have a guts to be yourself

you just an alter from the people who you wanna be…

Iklan

Rockstar Diary (lyric)

Posted on Updated on


I am a rockstar, she just want me

I said yes ok, she bite my penis

she’s crazy she’s bite my penis

she’s crazy…she’s bite my penis all the time

 

she’s a pretty girl, she look so hot

she had a lusty eyes, that’s really my taste

but she’s crazy, she’s crazy she bite my penis

it’s feel so hurt, but baby i like it

 

Lord i need her, to make a sin

after midnight, on the dirty jobs

like a footjob, blowjob and other all i want

i wanna feel your body smell and ride on you again

 

drain me, drain me honey you gotta make me cum

you gotta drain me, drain me all night long

you gotta drain me honey baby

i feel ain’t got no bone

 

😉

me and my first guitar

Posted on Updated on


gitar ini adalah gitar pengganti gitar pertama saya yang saya jual ke sebuah studio musik. jadi saya sebut saja ini gitar pertama saya, 😉 ada seorang teman yang bilang bahwa gitar ini ada hantunya, hahahaha!!! padahal dia hanyalah sebuah stratocaster tua no brand alias tanpa merk. tapi tetep cantik kan? 🙂

foto ini diambil oleh Yoga Pratama di sela sela menunggu  check in di sebuah hotel di Bandung saat sesi recording.

launching GMS studio

Posted on Updated on


launching GMS studio

saya waktu tampil di acara launching studio musik seorang teman baik

Glassesman blues (lyric)

Posted on Updated on


I see the man, he wear a glasses on the eyes

I see the man, he wear a glasses on the eyes

I made a song for him, i called the glasses man blues

 

He had a hard face, like a gentleman

He had a brown skin, he look so sweety sexy

He can makin’ love, eleven times a day

 

Someday he walkin’ with his woman

they find for some cheap motels

they get it, they do it, doing what?

doing a dirty makin’ love, with the most dirty style

and when they get back home, the woman said…hey man i love your dick

 

glassesman blues, i never forget him

glassesman blues, i never forget him

i made a song for him, i called the glassesman blues…

i’m a bluesman

Posted on Updated on


blues adalah soal perasaan. itu menurut saya. senandung dan nyanyian mestinya bukanlah tanpa sebab, dia ada karena satu dan lain hal yang mendasarinya. paling enak menyanyikan kesedihan, semacam berkeluhkesah tetapi disenandungkan, dia akan mengiba iba, menaik dan turun sesuai perasaan hati.

saya tahu, ada aturan tertentu di dalam blues, aturan yang mengatur soal akord, birama, sukat serta dinamika agar kesatuan nada yang dibunyikan bisa harmonis dan membentuk sebuah harmoni yang bernama blues itu sendiri. lalu muncullah analisa analisa, jika yang suka bergaya sekian bar adalah si anu, yang suka menggunakan setelan sound yang demikian adalah si itu, dan sebagainya dan sebagainya. tapi apakah si anu dan si itu sudah sedemikian detil mengkonsep segala sesuatu mengenai permainannya sejak awal? saya pikir tidak begitu, itu adalah pekerjaan para musikolog dan Muddy Waters pun nampaknya akan enggan menjawab jika kita tanyakan kepadanya kenapa model kalimat tanya dan jawab pada lagu champagne and reefer sangat tidak konvensional untuk jenis musik blues?

blues itu merdeka.

secara umum, segala jenis musik memang punya aturan aturan yang bersifat matematis, tentunya bukan tanpa maksud semuanya, diharap kesatuan bunyi yang dihasilkan akan lebih indah menurut konvensi harmoni jika aturan matematis tersebut diikuti. meski begitu, musik bukanlah matematika.

kembali ke soal perasaan, menurut saya hal terpenting dalam musik blues adalah soal rasa itu sendiri. dan itu erat kaitannya dengan pengalaman serta peng alam an pelaku musik itu sendiri. itulah intinya menurut saya, bukan apa jenis efek yang digunakan oleh Stevie Ray Vaughan di lagu Texas Flood, atau kenapa Jimi Hendrik selalu meringis dan memejamkan mata saat dia melakukan bending dan sebagainya. itu tentunya tidak penting untuk kita ketahui kecuali kita akan membuat semacam film dokumenter tentang mereka.

lalu bagaimana kepekaan rasa kita dapat terasah? itu persoalannya, kata seorang teman kita harus mengalami untuk bisa meresapi. saya pikir betul apa yang dia katakan, mungkin kita harus menderita agar bisa meresapi penderitaan untuk kemudian menyanyikannya, tapi itu mungkin loh, karena terlalu ekstrim tentunya kalau sampai kita rela membuang kebahagiaan hanya demi sebuah musik blues. tetapi sebuah pesan yang, meskipun sederhana, itu akan bagus sekali jika ada dalam sebuah lagu, terlebih blues. agar kita tidak terjebak dalam iklim hippie yang sudah bukan jamannya lagi, serta kebiasaan mengada adakan masalah padahal tak bermasalah, bergaya menderita padahal bahagia, pura pura sakit padahal sehat.  semoga bermanfaat.

salam

Blues dan Saya

Posted on


Perkenalkan, nama saya Herry Firmansyah. Saya memainkan gitar dengan slide besi di kelingking. Saya menulis lagu mengenai apa apa yang saya rasakan karena saya paling tidak suka dengan sesuatu yang dibuat buat. Saya memainkan musik blues dari jaman lampau. Saya menafsirkan blues sebagai sebuah bunyi bunyian, gumaman yang bebas dan merdeka. Blues haruslah menyampaikan sesuatu kepada yang mendengar, jikalau tak ada pesan di dalamnya, minimal dia bercerita. Saya memiliki interpretasi yang sedikit berbeda dengan orang orang lain mengenai blues, mungkin. Saya samasekali tidak perduli dengan penghitungan birama, urusan sound dan segala tetek bengeknya yang memusingkan, juga segala hal teknis yang menurut orang harus begini dan begitu. Saya hanya mau menyanyi dan memainkan gitar, itu saja.

Gitar yang saya pakai adalah sebuah telecaster tua bukan fender yang saya beli dari seorang teman dengan harga yang tak begitu mahal untuk ukuran harga sebuah gitar. Saya suka bunyinya yang bisa seperti besi. Dan saat orang orang mempermak gitarnya dengan part part tertentu agar bunyinya bisa seperti si anu, agar soundnya terdengar seperti si itu, maka saya hanya akan mengelap gitar saya agar terlihat lebih mengkilap dan sedikit meminyaki senarnya agar tidak karatan. Sekali lagi saya tidak perduli dengan “kebenaran” standar dan konvensional bahwa blues adalah begini, tekniknya begitu dan yang paling cocok adalah memakai gitar merk anu.

Oh ya…ada yang belum saya ceritakan, saya adalah seorang suami dari seorang perempuan hebat dan juga bapak dari dua orang anak yang lucu lucu. Dan saya sangat senang dengan semua itu 🙂

Salam

jam session bersama teman teman

Gambar Posted on Updated on


jam session bersama teman teman

ini adalah jam session di geronimo cafe jogja, salah satu cafe yang menyediakan hiburan musik blues.

foto oleh satria rifai

me at jakarta guitar festival 2012

Posted on Updated on


ini adalah foto waktu saya tampil di jakarta guitar festival 2012.

saya memainkan wood body resonator guitar atau gitar dobro kayu.

foto diambil oleh Kuncoro Hadi Sutrisno

Jobless Blues (lyric)

Posted on Updated on


i’m a man

i’m a man with no money

i just can play my guitar everyday

i had no money

i had no pride i had no joy

 

i leave her home

i get back on my way

on the street i try to find a way

in the name of god i build my glory

gonna be risin’ star

 

hey you look at me

stop what you doin’ now

listen to me, just sit down and shut up

i gonna tell you story bout the jobless blues

 

jobless…thats not mean hopeless

homeless…thats not mean hopeless too

don’t feelin sad, gonna be glad i’m preachin to you

 

jobless…thats not mean hopeless

homeless…thats not mean hopeless too

don’t feelin sad, if you feel like me

don’t feelin sad, just stand by me…