Cerita Tentang Kadal

Posted on Updated on


aku bernyanyi, kamu mencaci

aku bicara, kamu mencela

aku berjalan, matamu tajam mencari kesalahan

aku peduli, kamu menjadi

ku tak peduli, kau usik lagi

kukepalkan tinjuku, kamu lari…ah dasar banci

kukatakan ya hanya pada yang aku suka

kukatakan mau hanya pada yang aku mau

aku tak mau, berkata iya, hanya untuk menyenangkan serikat dan kongsi

bridge:

lidahmu panjang, bercabang cabang

terkadang bergulung meleletkan

liurmu yang kental

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s