suka suka saya

Posted on Updated on


saya rasa musik lain dengan agama…kenapa harus merasa berdosa jika kita melanggar ketetapan ketetapan di dalamnya? apakah saya akan masuk neraka jika saya memainkan blues dengan satu kalimat jawab setelah 15 kali kalimat tanya? kalau begitu saya lebih senang menamakan grunge pada apa yang saya mainkan…grunge itu merdeka. jika saya terdengar konyol dan menyedihkan menyanyikan blues dalam bahasa indonesia, maka saya akan belajar bahasa arab, ibrani dan samaria, untuk selanjutnya membuat lagu dengannya…jika untuk membunyikan gitar saya harus punya basis akademis yang mensyaratkan skill bermain bertahap dan terstruktur seperti dalam buku yang berisi susunan notasi yang memusingkan, mungkin saya akan lebih memilih mengendarai rx king dan menjadi pembalap jalanan sesuai cita cita saya semasa SMA…sekali lagi, musik bukan agama, ulama saja menggunakan ijtihad untuk perbedaan pandangan dalam agama yang notabene jauh lebih penting dari sekedar musik dan tetek bengeknya, kenapa saya harus pusing dengan musik yang “hanya” urusan dunia? semoga kumpulan bunyi bunyian itu tidak menggantikan takbir dalam hati saya…

 

#1

semalam saya bertemu arwah Robert Johnson di sebuah angkringan di sekitar terminal giwangan. saya lihat dia sedang sibuk makan tahu isi dan sate telur puyuh, di depannya terhidang segelas teh tawar. saya menghampirinya, asalamualaikum…saya sapa dia, waalaikumsalam jawabnya sambil mempersilahkan saya duduk. setelah berbasa basi sebentar saya bertanya begini kepadanya, mbah, apakah untuk me “rasai” blues saya harus sangat paham teori musik semacam kontrapung, tonalitas, harmoni manual de es be?. mendengar pertanyaan tersebut, dia tertawa sampai terbatuk batuk, hingga beberapa gumpalan tahu yang belum sempat ditelan beterbangan ke udara…setelah tertawanya berhenti dia berkata begini, untuk me “rasai” kita perlu mengalami…tentunya dengan pengalaman yang alami dan tidak dibuat buat, setelah mengalami kita akan belajar memahami…pengalaman kita berbeda, engkau tidak pernah mengalami kejamnya politik apartheid, jadi tak akan mungkin bisa memahami, kecuali dari buku buku, dan pengetahuan tanpa pengalaman itu belumlah sempurna…jadi, nyanyikanlah perasaanmu sendiri, dengan caramu, sesuai pemahamanmu, dengan bahasa yang paling baik menurutmu, maka itu insya Allah akan menjadi biru…lalu, bagaimana dengan teori teori yang saya sebutkan tadi mbah?, gampang, kumpulkan, masukkan dalam kantong plastik lalu bakar…setelah berkata begitu, seluruh tubuhnya diselimuti asap dan hilang…meninggalkan saya yang harus membayar semua makanan yang dia makan…

Iklan

One thought on “suka suka saya

    Cheng 'ngguh said:
    21 Januari 2013 pukul 09:00

    Mantap. suka-suka saya yang saya suka sekali ni Mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s